Lamban dan Apatis: Kinerja Petugas PLN Lembor Memakan Korban, Nyawa Warga Terancam Kabel Kendur
Insiden naas tersebut menimpa Dominicus Savio (25). Korban yang saat itu menumpang mobil pick dan tersenggol kabel PLN yang terkulai rendah dengan ketinggian 175 cm dari permukaan tanah dan tak terlihat di tengah kegelapan malam.
Labuan Bajo, wartarakyatntt.com — Kelalaian dan ketidakresponsifan petugas jaringan PLN Rayon Lembor kembali memakan korban. Seorang remaja asal Daleng, Desa Daleng, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, harus mendapatkan perawatan intensif setelah terhempas dari atap mobil akibat tersangkut kabel listrik yang melintang kendur di tengah jalan tepatnya di gang belakang kampung Daleng pada Senin (21/9/2026) malam.
Insiden naas tersebut menimpa Dominicus Savio (25). Korban yang saat itu menumpang mobil pick dan tersenggol kabel PLN yang terkulai rendah dengan ketinggian 175 cm dari permukaan tanah dan tak terlihat di tengah kegelapan malam.
Peristiwa ini bermula ketika korban (Savio) menumpang sebuah mobil Pick up lalu duduk di atas atap mobil karena bagian dalam mobil penuh dengan muatan berupa kursi dan meja yang hendak dikembalikan kepada pemiliknya setelah acara sambut Baru.
Sentakan kabel pada bagian leher seketika melemparkan Savio ke tanah hingga menderita luka berat pada mata, hidung, dahi, serta benturan keras di kepala.
Bukannya sigap merespons potensi bahaya yang mengancam keselamatan jiwa, pihak PLN Lembor justru menunjukkan sikap apatis yang memprihatinkan.
Hilarius Baut, orang tua korban, mengungkapkan kegetirannya atas sikap acuh tak acuh BUMN penyedia jasa listrik negara tersebut.
”Kabel PLN sangat rendah dan kendur hingga memicu kecelakaan. Namun saat saya mencoba menghubungi petugas PLN via telepon maupun pesan WhatsApp, sama sekali tidak dihiraukan,” ujar Hilarius penuh kekecewaan, Kamis (23/9/2026).
Sikap abai ini mencoreng profesionalisme PLN sebagai BUMN yang seharusnya mengedepankan keselamatan publik dan sigap dalam pelayanan darurat.
Pembiaran terhadap pemasangan kabel yang membahayakan pengguna jalan umum jelas menggambarkan lemahnya pengawasan dan minimnya rasa kepedulian sosial dari para petugas di lapangan.
Keluarga korban mendesak adanya iktikad baik dan tanggung jawab moral maupun materiil dari PLN Lembor untuk segera meninjau lokasi kejadian serta menanggung proses pemulihan korban yang hingga kini masih terbaring di Puskesmas Lembor.
Hingga berita ini diturunkan, konfirmasi resmi yang dilayangkan awak media kepada petugas jaringan PLN Lembor bernama Stef tidak mendapatkan tanggapan sama sekali.
Sikap bungkam ini semakin menegaskan buruknya keterbukaan informasi dan bobroknya penanganan pengaduan masyarakat di lingkup PLN Lembor.


