Nasib Pilu Warga Lembor: Rumah Ludes Dilalap Api, Satu Keluarga Kini Hanya Menyisa Pakaian di Badan
Peristiwa baru diketahui ketika salah seorang anak laki-laki, Roi Kunang, baru saja pulang dari tempatnya bekerja lembur sekitar pukul 02.10 WITA.
Labuan Bajo, wartarakyatntt.com — Suasana hening dan dinginnya malam di Wae Nakeng, Desa Poco Rutang, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, seketika berubah menjadi mimpi buruk bagi keluarga Helena Mija Fernandez. Satu unit rumah ludes termakan si jago merah hingga tersisa hanya pakaian di badan. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 03.00 WITA.
Di saat sebagian besar penghuni rumah, sang ibu bersama buah hatinya tengah terlelap tidur, musibah memilukan itu datang tanpa peringatan.
Peristiwa baru diketahui ketika salah seorang anak laki-laki, Roi Kunang, baru saja pulang dari tempatnya bekerja lembur sekitar pukul 02.10 WITA.
Setelah menyantap mi instan dan beristirahat sejenak di dapur, kedamaian malam itu pecah oleh suara gemuruh atap seng dari arah kamar tengah. Ketika Roi menengok, api sudah membumbung tinggi dan membesar, mengepung rumah berukuran 10 x 20 M² tersebut.
Dalam situasi mencekam yang dipenuhi asap tebal dan kobaran api, Roi bergerak cepat demi menyelamatkan nyawa keluarganya.
Tanpa memikirkan harta benda, ia bergegas mengetuk pintu kamar sang ibu yang saat itu tidur lelap bersama adiknya, Atan Kunang dan Viona.
”Roy langsung memandu dan membawa ibu serta adik-adiknya berlari keluar rumah menuju jalan raya. Ia juga sempat mematikan meteran listrik sembari berteriak histeris meminta pertolongan warga sekitar,” tutur Stefen, keluarga dekat korban saat menceritakan detik-detik terjadinya peristiwa mencekam tersebut.
Warga setempat yang mendengar teriakan histeris langsung berhamburan ke lokasi. bahu-bahu bersama petugas kepolisian dari Polsek Lembor serta bantuan armada tangki air dari Dinas PU Manggarai Barat, warga berjuang memadamkan kobaran api agar tidak merembet ke pemukiman padat di sekitarnya.
Meski tidak ada korban jiwa berkat kesigapan Roi, duka mendalam kini menyelimuti keluarga Helena. Api dengan cepat melahap seluruh isi bangunan yang terdiri dari 7 ruangan tersebut.
Tidak ada barang berharga yang sempat diselamatkan. Dokumen-dokumen penting perjalanan hidup mereka seperti sertifikat tanah hingga ijazah sekolah anak-anak dari tingkat SD sampai SMP ludes menjadi abu.
Kini, Helena bersama empat anaknya terpaksa gigit jari. Tidak ada lagi atap hangat untuk berteduh, tidak ada lagi perabotan tempat bersandar.
Kini Yang tersisa hanyalah pakaian yang melekat di badan. Total kerugian material, baik dari kerusakan fisik bangunan maupun barang-barang di dalamnya, ditaksir mencapai Rp1,5 miliar.
Peristiwa naas satu keluarga di Wae Nakeng ini menjadi duka bersama. Di tengah puing-puing sisa kebakaran dan tatapan nanar para korban, Uluran tangan serta kepedulian dari masyarakat dan pemerintah daerah kini sangat dinantikan untuk membantu mereka bangkit dari titik terendah ini.




