Daerah

Petugas Jaringan PLN Lembor Perbaiki Kabel yang Melintang Di Jalan. Nasib Korban Terabaikan

Meskipun kabel yang terpasang melintang di jalan itu telah diperbaiki pada Sabtu 25/9/2026 pasca terjadinya kecelakaan yang menimpa korban bernama Dominicus Savio (25) dengan sapaan akrab Savio namun hingga saat ini pihak petugas Perusahan Listrik Negara (PLN belum memberikan perhatian serius terhadap kondisi korban.

Labuan Bajo, wartarakyatntt.com – Petugas jaringan PLN Lembor melakukan perbaikan Kabel yang mengakibatkan salah seorang remaja asal Daleng, Desa Daleng, Kecamatan Lembor Kabupaten Manggarai Barat jatuh dari atap mobil pick up karena tersangkut Kabel PLN yang melintang di Jalan saat mobil laju dengan kecepatan tinggi dari jalan utama menuju gang belakang kampung Daleng pada Senin (21/9/2026) Pkl.19.10 Wita.

Meskipun kabel yang terpasang melintang di jalan itu telah diperbaiki pada Sabtu 25/9/2026 pasca terjadinya kecelakaan yang menimpa korban bernama Dominicus Savio (25) dengan sapaan akrab Savio namun hingga saat ini pihak petugas Perusahan Listrik Negara (PLN belum memberikan perhatian serius terhadap kondisi korban.

Tidak adanya tanggungjawab serius pihak PLN, membuat orang tua korban Desiderius Baut alias Rius mengaku kesal dan kecewa atas sikap apatis PLN terhadap kondisi sakit yang dialami puteranya.

“Saya sangat kecewa dan kesal dengan sikap PLN sebagai Badan Usaha Milik Negara yang apatis terhadap kondisi sakit anak saya setelah mengalami kecelakaan kabel yang melintang di jalan. Tidak ada perhatian sama sekali padahal kecelakan ini terjadi karena kelalaian pihak PLN yang memasang kabel melintasi jalan tanpa mempertimbangkan ketinggian kendaraan yang melintas di jalan itu,” ujar Rius kepada wartawan wartarakyatntt pada Senin, ( 28/9/2026 ) siang

Selaku orang tua korban, Rius akui bahwa petugas PLN telah mendatangi rumah kediamannya dan melihat langsung keadaan korban pada Sabtu siang, namun tidak ada wujud kepedulian untuk ikut membantu merawat korban.

“Mereka datang di rumah pada hari Sabtu, menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut tetapi terkait kondisi anak saya tidak ada pernyataan sebagai wujud tanggungjawab pihak PLN melihat keadaan itu. Mereka hanya berusaha menekan saya agar meminta untuk hentikan pemberitaan,” pungkasnya.

Peristiwa naas yang menimpa Savio ini bermula ketika berdiri dibelakang mobil Pick up lalu duduk di atas atap mobil karena bagian dalam mobil sudah penuh dengan kursi dan meja yang hendak dikembalikan kepada pemiliknya setelah acara sambut Baru.

Akibat kejadian tersebut  Savio langsung dilarikan ke Puskesmas Lembor karena mengalami luka serius pada mata kanan, hidung dan dahi serta kepala terbentur di jalan.

Orang tua korban Hilarius Baut dalam keterangannya kepada awak media ini menerangkan bahwa peristiwa naas yang menimpa puteranya disebabkan karena kabel listrik PLN yang yang melintang di jalan yang dilewati kendaraan tersebut kendur dan tidak dapat terlihat karena sudah gelap dan pandangan anak itu membelakangi kabel.

Pasca kejadian itu, orang tua korban berupaya menghubungi petugas jaringan PLN Lembor melalui telepon Whatsapp namun tidak dihiraukan. Ia sangat menyayangkan sikap apatis petugas yang bekerja di Perusahan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu.

“Saya sangat sesalkan sikap petugas jaringan PLN Lembor yang tidak pernah menghiraukan pengaduan kami. Posisi kabel itu melintang di jalan dalam kondisi kendur sehingga mengakibatkan terjadinya kecelakaan bagi pengguna jalan lain,” pungkasnya.

Hingga kini pihaknya masih menunggu itikad baik dan sikap koeratif dari pihak petugas untuk segera mendatangi rumah korban sekaligus melihat langsung fakta real yang terjadi di Tempat Kejadian Peristiwa.

Dalam rangka mendapatkan keberimbangan informasi, awak media telah berupaya mengkonfirmasi petugas jaringan PLN Lembor melalui pesan whatsapp kepada Stef pada Rabu (23/9/2026)

Pesan konfirmasi terlihat hanya centang satu, diduga petugas tersebut langsung memblokir nomor wartawan saat menghubunginya karena pada waktu yang sama ia (Stef) melakukan percakapan menggunakan nomor yang sama dengan orang tua korban.

Hingga berita ini diterbitkan pihaknya masih bungkam dan apatis terhadap upaya wartawan mendapatkan keterangan resmi pihak PLN.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button